IntuisiTV Tegaskan Tak Gentar Ungkap Fakta
Pontianak, Kalbar, IntuisiTV.com — Pemberitaan mengenai proyek milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalimantan Barat yang diduga bermasalah terus bergulir dan menjadi sorotan publik. Berita awal yang dirilis IntuisiTV.com pada 5 Agustus 2025 dengan judul “Proyek Dinas Perkim Kalbar Kembali Bermasalah” ternyata berbuntut panjang.
Pasca publikasi, sejumlah pihak dari Pontianak dilaporkan menghubungi Wakil Pimpinan Redaksi IntuisiTV.com dan meminta agar berita tersebut segera dihapus, bahkan mencari identitas jurnalis yang menulisnya. Namun justru, reaksi keras datang dari pihak yang disebut dalam pemberitaan, yakni CV Arbilindo Arung Jaya.
Menurut salah satu media online Melalui pernyataan tertulis, Direktur CV Arbilindo Arung Jaya berinisial HBB menyampaikan bantahan terhadap sejumlah poin dalam pemberitaan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan yang dilaksanakan perusahaannya telah mengikuti kontrak kerja, petunjuk teknis (juknis), dan spesifikasi teknis yang ditentukan oleh Dinas Perkim Kalbar.
“Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang cenderung menyudutkan dan tidak didasarkan pada data objektif dan terverifikasi. Proyek ini kami kerjakan berdasarkan prinsip kehati-hatian, tanggung jawab teknis, dan akuntabilitas anggaran,” tegas HBB. Terkait dugaan penggunaan material tidak standar atau “aspal goreng”, pihak perusahaan menyatakan bahwa semua material yang digunakan telah melalui uji laboratorium dan pengawasan dari konsultan independen. Pelaksana berdalih bila ditemukan genangan air atau kerusakan di lapangan, hal itu bisa terjadi akibat faktor lingkungan, kondisi drainase, hingga lalu lintas kendaraan berat setelah proyek selesai.
Namun, berbeda dengan klaim tersebut, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Aspalnya terlihat sangat tipis dan bergelombang, sehingga air hujan mudah menggenang di banyak titik. Pertanyaannya, apakah yang melalui jalan gang tersebut truk bermuatan, dan jika konsultan pengawas serta pejabat di Bidang Kawasan Permukiman benar-benar bekerja sesuai tugas dan fungsinya, bagaimana mungkin hasil pekerjaan seperti ini bisa lolos dan berjalan mulus? Situasi ini pun memunculkan dugaan kuat adanya kongkalikong antara pelaksana proyek dan pihak konsultan pengawas.
Meski demikian, Pelaksana Proyek tetap menantang langsung aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek yang pernah dikerjakan CV Arbilindo Arung Jaya di mana pun berada. “Kami tidak menutup diri. Silakan audit atau uji lapangan dilakukan dengan metode yang sah, oleh lembaga independen ataupun aparat penegak hukum. Kami siap mempertanggungjawabkan setiap tahap pekerjaan kami,” tegasnya.
CV Arbilindo Arung Jaya juga membantah adanya praktik gratifikasi seperti tudingan "setor dua juta per kontrak". HBB menyatakan jika memang ada oknum yang melakukan praktik seperti itu, sebaiknya diusut tuntas secara hukum, tetapi jangan digeneralisasi seolah semua pelaksana proyek terlibat.
Namun pernyataan tersebut tidak menyurutkan semangat redaksi IntuisiTV untuk terus menyuarakan kebenaran. Wakil Pimpinan Redaksi IntuisiTV.com, Andi Firgi, SH, angkat bicara menanggapi sanggahan HBB. Ia menegaskan bahwa sebelum berita diterbitkan, jurnalis IntuisiTV telah berupaya berulangkali mengkonfirmasi langsung ke Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kalbar, namun tidak mendapatkan tanggapan. “Seandainya kami ditanggapi, tentunya kami akan minta dihubungkan langsung ke pelaksana proyek untuk mendapatkan konfirmasi tentang pemberitaan yang akan dimuat. Tapi upaya kami diabaikan. Maka kami rilis sesuai fakta di lapangan,” ujar Andi Firgi.
Terkait ancaman CV Arbilindo Arung Jaya yang tengah mempertimbangkan langkah hukum sesuai UU Pers dan KUHP tentang pencemaran nama baik, Andi Firgi menegaskan bahwa redaksi tidak akan mundur. “Kami bekerja sesuai Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik. Ancaman tak akan menghentikan langkah kami dalam menyampaikan kebenaran kepada publik. Kami di Redaksi siap mendampingi seluruh jurnalis kami di Kalimantan Barat jika terjadi tekanan atau kriminalisasi,” tambahnya.
Andi Firgi juga menyampaikan pesan penting bagi seluruh jurnalis IntuisiTV di wilayah Kalbar untuk tidak gentar menghadapi tekanan. “Teruslah berkarya sesuai amanat undang-undang. Jangan takut mengungkap fakta. Kami siap berdiri di belakang kalian,” tegasnya.
Jika rekan-rekan IntuisiTV di lapangan menemukan kejanggalan atau adanya dugaan penyimpangan dalam proyek-proyek pemerintah maupun swasta, saran kami adalah segera berkoordinasi dengan pihak Polda Kalbar maupun Kejaksaan Tinggi Kalbar agar proses hukum bisa berjalan secara objektif dan transparan.
Jurnalis: Hend
Editor: Tim Redaksi IntuisiTV.com